Bupati Gatut Sunu Jajaki Obligasi Daerah Sebagai Solusi Pembiayaan Tulungagung

By admin 05 Feb 2026, 19:24:39 WIB Berita Daerah
Bupati Gatut Sunu Jajaki Obligasi Daerah Sebagai Solusi Pembiayaan Tulungagung

TULUNGAGUNG - Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.M., mulai mengambil langkah strategis untuk mempercepat pembangunan di wilayahnya. Didampingi Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah, Soeroto, S.Sos., M.M., Bupati menghadiri Sarasehan Kebangsaan yang digelar oleh MPR RI di Hotel Wyndham, Surabaya, Kamis (05/02/2026).

​Langkah ini menandai keseriusan Pemerintah Kabupaten Tulungagung untuk tidak lagi sekadar berpangku tangan pada kucuran dana APBD maupun pemerintah pusat. Bupati Gatut Sunu mulai melirik skema pembiayaan inovatif untuk mengakselerasi proyek-proyek strategis daerah.

​Obligasi Daerah: Inovasi "Dompet" Pembangunan

Baca Lainnya :

​Acara bergengsi tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh kunci, termasuk Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Ketua Badan Anggaran MPR RI, Melchias Markus Mekeng. Diskusi utama berfokus pada tema: “Obligasi Daerah sebagai Alternatif Pembiayaan dan Instrumen Investasi Publik.”

​Obligasi daerah sendiri merupakan instrumen pinjaman yang diterbitkan pemerintah daerah melalui pasar modal. Dana yang terkumpul nantinya dialokasikan khusus untuk membiayai infrastruktur atau layanan publik yang bersifat mendesak dan produktif.

​Keluar dari Zona Nyaman Pembiayaan

​Bupati Gatut Sunu menegaskan bahwa kehadirannya dalam forum ini adalah upaya nyata mencari ruang inovasi yang lebih segar, transparan, dan berkelanjutan bagi Tulungagung.

​“Kami berkomitmen untuk terus membuka ruang inovasi pembiayaan yang kredibel. Obligasi daerah bisa menjadi solusi alternatif yang memberikan manfaat ekonomi langsung bagi daerah maupun masyarakat sebagai investor,” tegas Bupati Gatut Sunu.

​Sinergi dan Investasi Rakyat

​Menariknya, skema ini membuka peluang bagi warga Tulungagung untuk terlibat langsung. Masyarakat dapat ikut "berinvestasi" membiayai pembangunan di tanah kelahirannya sendiri melalui kepemilikan obligasi tersebut.

​Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pasar keuangan diharapkan mampu memangkas hambatan birokrasi dalam penyediaan dana skala besar. Upaya "menjemput bola" yang dilakukan Bupati Gatut Sunu ini dipandang sebagai langkah berani untuk memastikan kualitas layanan publik di Kabupaten Tulungagung melesat lebih cepat.

(PROKOPIM TULUNGAGUNG)





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment