Lestarikan Warisan Leluhur, Plt. Bupati Ahmad Baharudin Hadiri Jamasan Pusaka Tombak Kyai Upas

By admin 03 Jul 2026, 12:30:02 WIB Berita Daerah
Lestarikan Warisan Leluhur, Plt. Bupati Ahmad Baharudin Hadiri Jamasan Pusaka Tombak Kyai Upas


​TULUNGAGUNG – Plt. Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadiri prosesi sakral Jamasan Pusaka Tombak Kyai Upas.

 Ritual tahunan ini berlangsung khidmat di Griya Dalem Kanjengan, Kelurahan Kampungdalem, pada Jumat (3/7/2026).

Baca Lainnya :

​Tradisi yang digelar setiap bulan Suro dalam penanggalan Jawa ini bukan sekadar rutinitas, melainkan warisan budaya adiluhung yang terus dijaga eksistensinya.

 Bagi masyarakat Tulungagung, ritual ini merupakan simbol penghormatan terhadap sejarah sekaligus perwujudan pelestarian nilai-nilai luhur.

​Dalam prosesi tersebut, pusaka Tombak Kyai Upas dibersihkan (dijamas) menggunakan Nawa Tirta, yaitu air yang diambil dari sembilan sumber mata air suci, kemudian dipadukan dengan bunga tujuh rupa (kembang setaman).

​Secara fisik, jamasan ini bertujuan untuk merawat dan menjaga kondisi fisik pusaka agar tetap terawat. Namun secara spiritual, tradisi ini sarat akan makna tolak bala serta menjadi momentum memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Kabupaten Tulungagung senantiasa dilimpahi keselamatan, keberkahan, dan kesejahteraan.

​Plt. Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menegaskan bahwa Jamasan Kyai Upas adalah bagian tak terpisahkan dari identitas dan jati diri masyarakat daerah.

​"Melalui momentum yang sakral ini, mari kita bersama-sama memohon doa. Semoga masyarakat Tulungagung senantiasa diberikan kesehatan, dijauhkan dari marabahaya, serta Kabupaten Tulungagung tetap aman, damai, semakin maju, dan sejahtera," ujar Ahmad Baharudin di sela-sela acara.

​Pemerintah Kabupaten Tulungagung terus berkomitmen untuk menjaga, merawat, dan mengenalkan warisan budaya turun-temurun ini kepada generasi penerus. Langkah ini dinilai penting agar nilai-nilai sejarah dan kekayaan budaya bangsa tidak luntur digerus zaman, melainkan tetap menjadi kebanggaan bagi generasi masa depan.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment