- DPRD Tulungagung Gelar Paripurna 3 Agenda Utama - Dari Pertanggungjawaban APBD hingga Pelantikan PAW
- Mantapkan Standar Mutu Pelayanan, RSUD dr. Iskak Jalani Survei Akreditasi Bersama LARS-DHP
- Beraksi di 20 TKP, Dua Jambret Lintas Wilayah Digulung Polres Tulungagung
- Peringati 1448 H, Pemdes Rejosari Santuni Yatim/Piatu lewat Istighosah Dan Sholawat Jabal Syafaat
- Pimpin Tasyakuran Haji 2026, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin Jabarkan Tiga Ciri Haji Mabrur
- Lestarikan Warisan Leluhur, Plt. Bupati Ahmad Baharudin Hadiri Jamasan Pusaka Tombak Kyai Upas
- Unit Binmas Polsek Tulungagung Kota Aiptu Agus H.Dampingi Warga Untuk Pemeliharaan Tanaman Jagung
- Humanis Dan Profesional, Polsek Kedungwaru Dampingi Rujukan Terlapor Ke RSJ Lawang
- Wujudkan Pembangunan Inklusif, Pemkab Tulungagung Gelar Muspadi 2026
- Demi menjaga hubungan Lebih Dekat dengan Petani kanit binmas polsek gondang terjun ke lapangan
Sinergi Hadapi Dampak Geopolitik Global, Bupati Tulungagung Hadiri Diskusi Strategis di Grahadi

SURABAYA – Di tengah meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bergerak cepat dengan menggelar diskusi publik bertajuk "Mitigasi dan Solusi Dampak Sosial Ekonomi bagi Jawa Timur Akibat Ketegangan Geopolitik Amerika-Israel dan Iran". Acara yang berlangsung pada Rabu (25/03/2026) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya ini dihadiri langsung oleh Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E.
Diskusi krusial ini dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dengan menghadirkan jajaran narasumber kompeten dari Pemerintah Pusat serta kalangan akademisi dan pakar ekonomi makro.
Dalam forum tersebut, fokus utama pembahasan adalah membedah potensi efek domino yang muncul akibat perselisihan Amerika-Israel dan Iran. Mengingat posisi strategis wilayah tersebut dalam jalur perdagangan dunia dan produksi energi, Jawa Timur sebagai motor penggerak ekonomi nasional harus bersiap menghadapi beberapa risiko utama, di antaranya:
Baca Lainnya :
- Momentum Halalbihalal: Bupati Gatut Sunu Tekan Ego Sektoral dan Pacu Akselerasi Infrastruktur 20260
- Sinergi Membangun Daerah: DPRD Tulungagung Terima LKPJ Bupati TA 20250
- Rayakan Idul Fitri 1447 H, Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Jaga Keharmonisan dan Keselamatan0
- Perkuat Logistik Desa, Bupati Tulungagung dan Dandim 0807 Serahkan Truk Operasional KDMP0
- Bupati Tulungagung Hadiri Pelantikan Pengurus Dekopinwil Jatim di Grahadi0
- Kenaikan Harga Energi: Fluktuasi harga minyak mentah dunia yang dapat memicu kenaikan biaya produksi dan transportasi.
- Gangguan Rantai Pasok: Terhambatnya arus logistik global yang berpotensi menyebabkan kelangkaan bahan baku industri.
- Tekanan Inflasi: Potensi kenaikan harga kebutuhan pokok di tingkat konsumen akibat biaya logistik yang membengkak.
Menanggapi ancaman tersebut, Gubernur Khofifah menekankan pentingnya langkah-langkah adaptif di tingkat daerah. Fokus mitigasi akan diarahkan pada penguatan ketahanan pangan, stabilisasi harga melalui operasi pasar, serta pemberian dukungan penuh bagi pelaku UMKM agar tetap berdaya di tengah ketidakpastian.
Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, menyatakan bahwa kehadiran Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam forum ini merupakan bentuk komitmen sinergi untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan pemerintah provinsi maupun pusat.
"Dinamika global saat ini sangat cair. Sebagai pemerintah daerah, kita harus proaktif menyiapkan bantalan ekonomi agar masyarakat, khususnya di Tulungagung, tidak langsung terhempas oleh guncangan ekonomi dari luar. Penguatan sektor pangan lokal dan pemberdayaan UMKM menjadi kunci," ujar Bupati Gatut Sunu di sela-sela acara.
Forum ini diharapkan mampu melahirkan rumusan strategis yang kolaboratif. Langkah-langkah yang dihasilkan tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga preventif dalam menjaga stabilitas daya beli masyarakat dan memastikan perlindungan sosial tetap berjalan optimal.
Partisipasi aktif Bupati Tulungagung dalam diskusi ini menegaskan posisi Kabupaten Tulungagung yang siap melakukan tindak lanjut nyata dalam memperkuat ketahanan ekonomi lokal, menjaga pasokan barang pokok, dan tetap waspada terhadap segala bentuk perubahan iklim ekonomi global.
Sumber: PROKOPIM TULUNGAGUNG











