Merajut Harmoni - Langkah Simbolis AKBP Dr. Ihram Kustarto Menyapa Tokoh Lintas Keyakinan

By admin 28 Jan 2026, 16:22:43 WIB Hukum
Merajut Harmoni - Langkah Simbolis AKBP Dr. Ihram Kustarto Menyapa Tokoh Lintas Keyakinan

Merahputihupdate.com

TULUNGAGUNG – Di tengah dinamika keamanan wilayah yang terus berkembang, Kapolres Tulungagung, AKBP Dr. Ihram Kustarto, melakukan langkah simbolis untuk mempererat persaudaraan antarumat beragama. Perwira menengah bergelar doktor tersebut menggelar safari lintas iman dengan menyapa para tokoh agama dari berbagai keyakinan di seluruh penjuru “Kota Marmer”, Rabu (28/01/2026).

​Safari ini bukan sekadar kunjungan formal, melainkan wujud nyata komitmen Polri dalam menjaga stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) melalui pendekatan kultural dan spiritual.

Baca Lainnya :

​Menyusuri Jejak Toleransi: Dari Pura hingga Vihara

Titik awal silaturahmi dimulai dari Dusun Tenggong, Desa Wajak Kidul, tepatnya di Pura Penataran Luhur Candi Dadi. Di sana, Kapolres disambut hangat oleh Ketua PHDI Tulungagung, Ibu Heni Sulistyowati. Dialog santai mengenai pentingnya merawat kerukunan menjadi inti dari pertemuan di lereng pegunungan tersebut.

​Perjalanan berlanjut ke Vihara Buddha Loka Theravada di Kutoanyar, disusul kunjungan ke kediaman Ketua BAMAG Tulungagung, Ps. Esther Elish, di kawasan Kampungdalem. Kehadiran jajaran Pejabat Utama (PJU) hingga Kapolsek jajaran dalam rombongan ini menegaskan keseriusan kepolisian dalam merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa sekat.

​Ziarah Spiritual di Pondok PETA

Sebagai penutup rangkaian safari, AKBP Dr. Ihram Kustarto melakukan ziarah ke makam KH. Abdul Djalil Mustaqim di kompleks Pondok Pesantren PETA (Pesantren Tarbiyatul Musyoddiqin). Sosok almarhum yang dikenal sebagai Mursyid Tarekat Syadziliyah merupakan tokoh besar yang menjadi simbol persatuan umat di Tulungagung.

​“Ziarah ini adalah bentuk penghormatan sekaligus doa. Kami ingin meneladani semangat perjuangan beliau dalam menjaga persatuan. Komunikasi yang baik dengan para pemuka agama adalah kunci utama menjaga ketenangan batin masyarakat,” ujar Kasihumas Polres Tulungagung, Iptu Nanang, mewakili Kapolres.

​Sinergi Demi Kamtibmas Kondusif

Langkah "jemput bola" ini dinilai sebagai strategi cooling system yang efektif. Dengan terjalinnya komunikasi langsung antara aparat penegak hukum dan tokoh lintas iman, potensi konflik sosial diharapkan dapat diredam sejak dini melalui jalur dialogis.

​“Kami ingin membangun harmoni. Jika para tokoh agamanya rukun dan bersinergi dengan Polri, maka situasi di akar rumput akan senantiasa kondusif,” pungkas Iptu Nanang.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment