- DPRD Tulungagung Gelar Paripurna 3 Agenda Utama - Dari Pertanggungjawaban APBD hingga Pelantikan PAW
- Mantapkan Standar Mutu Pelayanan, RSUD dr. Iskak Jalani Survei Akreditasi Bersama LARS-DHP
- Beraksi di 20 TKP, Dua Jambret Lintas Wilayah Digulung Polres Tulungagung
- Peringati 1448 H, Pemdes Rejosari Santuni Yatim/Piatu lewat Istighosah Dan Sholawat Jabal Syafaat
- Pimpin Tasyakuran Haji 2026, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin Jabarkan Tiga Ciri Haji Mabrur
- Lestarikan Warisan Leluhur, Plt. Bupati Ahmad Baharudin Hadiri Jamasan Pusaka Tombak Kyai Upas
- Unit Binmas Polsek Tulungagung Kota Aiptu Agus H.Dampingi Warga Untuk Pemeliharaan Tanaman Jagung
- Humanis Dan Profesional, Polsek Kedungwaru Dampingi Rujukan Terlapor Ke RSJ Lawang
- Wujudkan Pembangunan Inklusif, Pemkab Tulungagung Gelar Muspadi 2026
- Demi menjaga hubungan Lebih Dekat dengan Petani kanit binmas polsek gondang terjun ke lapangan
Mashuri Berpulang, Pers Tulungagung Kehilangan Sosok Teladan

Merahputihupdate.com
TULUNGAGUNG – Dunia pers di Kabupaten Tulungagung diliputi duka mendalam. Mashuri, jurnalis senior sekaligus Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Kabupaten Tulungagung, meninggal dunia pada Jumat, 9 Januari 2026. Kepergiannya meninggalkan kehilangan besar bagi insan pers dan masyarakat yang selama ini mengenalnya sebagai figur wartawan berintegritas tinggi.
Baca Lainnya :
- Camat Baru Resmi Bertugas, Kecamatan Ngunut Gelar Acara Kenal Pamit0
- Revitalisasi SMPN 2 Kalidawir Disorot Tajam0
- Bappeda Dorong Percepatan Geopark Wajakensis, Tulungagung Terima Penghargaan dari Gubernur Jatim0
- Bupati Tulungagung Hadiri Sosialisasi Akbar Kesbangpol0
- Bupati Tulungagung Kukuhkan pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tulungag0
Kabar wafatnya Mashuri menyebar cepat dan mengejutkan kalangan jurnalis lintas media. Almarhum dikenal sebagai wartawan berpengalaman yang selama puluhan tahun mengabdikan diri di dunia jurnalistik, dengan konsistensi kuat dalam menjaga independensi, akurasi, dan etika pemberitaan.
Semasa hidupnya, Mashuri aktif memimpin IWOI Tulungagung dan berperan penting dalam penguatan kapasitas jurnalis daerah. Ia kerap memberikan pendampingan, arahan, serta edukasi kepada wartawan, khususnya generasi muda, agar menjalankan tugas jurnalistik secara profesional dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik.
Sekretaris IWOI Tulungagung, Sugeng Hariyadi atau yang akrab disapa Hariya Liu, mengaku sangat terpukul atas wafatnya Mashuri. Begitu menerima kabar duka, ia langsung mendatangi rumah duka sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sosok yang selama ini menjadi panutan.
“Almarhum bukan hanya rekan kerja, tetapi juga guru dan sahabat bagi banyak jurnalis. Sosoknya hangat, rendah hati, mudah bergaul, serta memiliki selera humor yang membuat suasana kerja terasa ringan,” ujar Liu dengan suara bergetar.
Menurut Liu, Mashuri dikenal teguh menjaga prinsip independensi dan keseimbangan informasi. Dalam setiap liputan, almarhum selalu menekankan pentingnya verifikasi data dan keberimbangan narasumber sebagai bentuk tanggung jawab moral wartawan kepada publik.
“Beliau selalu mengingatkan kami bahwa wartawan bekerja untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Itu prinsip yang beliau pegang sampai akhir hayat,” lanjutnya.
Tidak hanya aktif di lapangan, Mashuri juga dihormati sebagai figur pemersatu di kalangan jurnalis. Keteguhan sikap, kesantunan dalam berkomunikasi, serta keberaniannya menjaga kebenaran menjadikan almarhum sosok yang disegani oleh sesama wartawan, pejabat daerah, hingga mitra kerja.
Atas nama keluarga besar IWOI Kabupaten Tulungagung, Sugeng Hariyadi menyampaikan belasungkawa yang mendalam.
“Kami mendoakan semoga almarhum Mashuri mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa-dosanya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” tutupnya.
Kepergian Mashuri tidak hanya meninggalkan duka, tetapi juga warisan nilai-nilai jurnalistik yang kuat. Dedikasi, keteladanan, dan pengabdiannya akan terus dikenang sebagai bagian penting dari perjalanan dan sejarah pers di Kabupaten Tulungagung.











